KENAPA AKU PILIH PRAMUKA ?

Posted: April 4, 2014 in Uncategorized
  1.      ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA

Gerakan Pramuka  adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

 

Kepramukaan” adalah proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

2.       TUJUAN GERAKAN PRAMUKA

Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agar mereka bisa:

  • Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
  • Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
  • Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

3.       KEGIATAN PRAMUKA.

  • Kegiatan yang menarik dan menyenangkan semestinya menjadi daya tarik bagi para siswa dalam memilih pramuka sebagai ekstra kurikuler pilihan di sekolah.
  • Kegiatan yang kreatif dan inovatif  yang membuat anggota pramuka dapat mengembangkan daya kreatifitasnya sehingga tidak membosankan.
  • Kegiatan alam terbuka membuat kita tertantang untuk membentuk keberanian dan jiwa petualang dalam hidup di alam bebas.
  • Kegiatan yang mengikuti perkembangan jaman. Terus mengikuti perubahan sejalan dengan perkembangan teknologi dan media komunikasi .

4.       WADAH UNTUK BERSOSIALISASI

  • Pramuka merupakan wadah kita untuk saling mengenal antar siswa di sekolah yang nantinya akan lebih memperat rasa kebersamaan dan kekompakan diantara anggota pramuka.
  • Wadah untuk saling berkomunikasi aktif dalam kegiatan diskusi , sharing knowledge, debating serta dalam kegiatan lainnya.
  • Wadah untuk mengekpresikan diri dengan segala kemampuan dan kelebihan yang kita miliki.
  • Wadah untuk saling memahami satu sama lain sehingga terbentuk rasa empati dan saling memiliki selayaknya keluarga dan persaudaraan yang kokoh.

5.       KEPEMIMPINAN.

  • Pramuka merupakan organisasi yang amat menekankan fungsi kepemimpinan dimana setiap anggota pramuka diberikan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin dan diberikan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan kewajibannya.
  • Dengan proses pembinaan kepemimpinan tersebut maka setiap anggota pramuka memiliki kemampuan untuk memimpin atau mengarahkan organisasi yang nantinya menciptakan pemimpin yang tangguh dan bertanggung jawab.
  • Kemampuan memimpin tidak bisa hanya dipelajari saja tapi harus dipraktekan, ( learning by doing )

6.       KOMUNIKASI.

  • Pramuka memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk aktif berkomunikasi dengan anggota lainnya, pembina , maupun dengan masyarakat sekitar. Sehingga secara langsung belajar untuk menyampaikan sesuatu secara baik dan efektif.
  • Tehnik berbicara didepan umum , memerlukan keberanian dan kemampuan memilih kata yang tepat sehingga penyampaiannya terdengar jelas dan benar sesuai dengan kaidah bahasa indonesia.
  • Belajar mengungkapkan isi hati dan pikiran kita kepada orang lain sehingga kita menjadi pribadi yang terbuka dan mudah bergaul.

7.       KEDISIPLINAN.

  • Penerapan disiplin di pramuka melatih anggotanya untuk dapat melakukan segala sesuatu sesuai peraturan dan ketentuan yang dibuat.
  • Kedisiplinan melatih kita untuk bertindak secara cepat dan tepat.
  • Kedisiplinan yang diterapkan meliputi : disiplin waktu, disiplin berpakaian, maupun disiplin dalam kegiatan lainnya.
  • Kedisiplinan harus dibiasakan dari kecil sehingga membentuk karakter dan prilaku disiplin sampai dewasa nantinya.

8.       KEBERANIAN

  • Pramuka membentuk anggotanya untuk memiliki keberanian dalam bertindak dan bersikap.
  • Keberanian dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan
  • Keberanian dalam bertindak, tidak ada perasaan takut atau malu untuk berbuat kebaikan.
  • Keberanian untuk mengakui segala kesalahan dan kekurangan dan mau berani meminta maaf kepada orang lain.
  • Keberanian menolong orang lain yang membutuhkan bantuan kita dengan keikhlasan dan tanpa pamrih.

9.       KEMANDIRIAN

  • Pramuka melatih kemandirian anggotanya dimana mereka diberikan kesempatan untuk melakukan segala sesuatunya dengan kemampuan sendiri dengan arahan dan bimbingan pembina.
  • Kemandirian membuat kita tidak bergantung terhadap orang tua atau pun orang lain dalam memenuhi kebutuhan kita sendiri.
  • Kemandirian membuat kita tangguh dalam menghadapi hidup tidak mudah goyah dan putus asa.
  • Kemandirian membuat kita percaya diri dan mampu melaksanakan setiap tugas dan kewajiban.

10.   RASA TANGGUNG JAWAB.

  • Pramuka melatih kita untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang kita miliki.
  • Rasa tanggung jawab membuat kita bertindak bijaksana dan cepat dalam mengambil keputusan yang terbaik bagi organisasi.
  • Rasa tanggung jawab merupakan hal yang harus dimiliki anggota organisasi sehingga fungsi dan tanggung jawabnya berjalan lancar sesuai dengan tujuan organisasi.

 

JAWABANNYA ….

¢  Pramuka adalah organisasi yang terbaik yang merupakan wadah penempaan diri ( kawah candra dimuka ) yang menghasilkan generasi muda yang kreatif, inovatif dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang dapat di banggakan.

¢  Pramuka adalah organisasi yang selalu siap menghadapi perubahan jaman dan mampu beradaptasi sehingga tidak di anggap kuno atau ketinggalan zaman. ( gaul gitu loh … )

¢  Pramuka membuat kita menjadi sosok percaya diri, mudah bergaul, dan selalu cekatan dalam melaksanakan tugas serta sosok pemimpin yang handal dan bijaksana.

Yakinlah dengan pilihanmu ….

SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN

I Am Proud To Be Scout

“ AKU BANGGA MENJADI PRAMUKA “

CONTOH PROPOSAL KEGIATAN

Posted: April 4, 2014 in Uncategorized

PROPOSAL KEGIATAN

PERKEMAHAN AKHIR TAHUN AJARAN 2012 – 2013

I. Pendahuluan.

Gerakan Pramuka adalah pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, sanggup bertanggung jawab dan mampu membina dan membangun sebagai penerus generasi selanjutnya.
Dalam mencapai tujuannya, antara lain dalam upaya menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan.
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu diberikan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan bagi para anggota Pramuka Gudep  Siliwangi & Prameswari dalam upaya pembentukan watak dan mental menjadi manusia yang berkepribadian dan berjiwa Pancasila.
Kegiatan tersebut selain merupakan upaya pembinaan anggota Gudep Siliwangi & Prameswari, juga merupakan realisasi program kerja tahunan yang telah ditetapkan.

II. Maksud & Tujuan.

1. Membina kebersamaan dan kekompakan antara anggota pramuka Gudep Siliwangi &  Prameswari.

2. Menanamkan disiplin dan sikap mental yang lebih baik.
3. Mengadakan kegiatan yang positif bagi para peserta didik.

4. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar kemandirian dan berinteraksi dengan masyarakat.

5.  Memberikan pengalaman dan petualangan yang menarik di alam terbuka.

III. Motto.

Satu Rasa, Satu Hati, Satu Kata, Satu Perbuatan.

ONE FOR ALL AND ALL FOR ONE.

IV. Nama Kegiatan.

PERKEMAHAN AKHIR TAHUN AJARAN 2012 – 2013 

V. Jenis Kegiatan :

1. Pembentukan Dewan Penggalang Gudep Siliwangi & Prameswari.

2. Pelantikan  Tanda Kecakapan Umum tingkat Penggalang (Ramu,Rakit dan Terap).

3. Silahturahmi  anggota Alpanet Dan Scoutnet.

4. Outbound & Building Team.

5. Api unggun & barbeque time.

Susunan Acara Terlampir.

VI. Waktu dan Tempat.

Hari           : Sabtu s/d Minggu

Tanggal   :  15 – 16 Juni 2013

Waktu      :  07.00 S/D Selesai
Tempat    :  Pandeglang – Provinsi Banten.

VII. Peserta Kegiatan.

  1. Seluruh Anggota pramuka Gudep Siliwangi & Prameswari.
  2. Alumni pramuka SMP Negeri 3 KOTA TANGERANG ( ALPANET ) Seluruh angkatan.
  3.  Dewan Pembina GUDEP Siliwangi & Prameswari beserta para undangan.

VIII. Susunan Panitia.

Daftar panitia terlampir.

IX. Anggaran Kegiatan

Anggaran kegiatan bersumber dari ;
1. Iuran anggota/ Peserta.
2. Kas GUDEP Siliwangi & Prameswari.
3. Bantuan/ Subsidi pihak Sekolah.

4. Donatur & sumbangan dari Alpanet.

Perincian anggaran kegiatan terlampir.

X. Penutup.

Demikian proposal ini diajukan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya kami mengharapkan dukungan dari     berbagai pihak guna terselenggaranya kegiatan tersebut . Atas perhatian dan bantuannya  kami ucapkan terimakasih

PANITIA PERKEMAHAN AKHIR TAHUN

KETUA                                                                                    SEKRETARIS

PEMBINA SATUAN                                                                       KA.GUDEP

 

 

 

MUKIM PURWADI,S.Pd                                                          INDARWATI,S.Pd

MENGETAHUI

KAMABIGUS

                                           SMP NEGERI 3 KOTA TANGERANG

                                                        Drs. H.  AMSIR,M.Pd

LAMPIRAN 1

 

SUSUNAN PANITIA HUT GUDEP SILIWANGI

 

  • PELINDUNG        :  KA.MABIGUS SMP NEGERI 3 KOTA TANGERANG.

Drs. H.  AMSIR, M.Pd

  • PENASEHAT         :  KA.GUDEP SILIWANGI & PRAMESWARI

INDARWATI,S.Pd

  • PEMBINA              :  PEMBINA SATUAN SILIWANGI & PRAMESWARI

MUKIM PURWADI, S.Pd

  • Ketua panitia       :
  • Sekretaris              :
  • Bendahara            :
  • Seksi acara             :

1.

2.

  • Seksi peralatan      :

1.

2.

3.

4.

  • Seksi konsumsi       :

1.

2.

3.

4.

5.

  • Seksi dokumentasi :

1.

2.

  • Seksi humas              :

1.

2. 

Lampiran 2

RENCANA ANGGARAN KEGIATAN HUT SILIWANGI

 

  1. PENERIMAAN :
  • DARI IURAN ANGGOTA PRAMUKA

@ Rp. 150.000,- X 25 ORANG       : Rp.  3.750.000,-

  • DARI PIHAK SEKOLAH     : Rp. 400.000,-
  • DARI DONATUR DAN ALPANET     : Rp. 350,000,-

Total    : Rp.  4.500.000,-

  1. PENGELUARAN :
  • ADMINISTRASI  DAN HUMAS     : Rp. 50.000,-
  • SEWA TEMPAT KEGIATAN     : Rp. 800.000,-
  • TRANPORTASI (1 BUAH TRUK TNI AL )   : Rp. 2.000.000,-
  • PERLENGKAPAN ACARA    : Rp. 160.000,-
  • BARBEQUE     : Rp.  250.000,-
  • BAHAN MAKANAN  (NASI, SAYUR,LAUK)
  • 4 KALI JADWAL MAKAN

UNTUK 40   ORANG @ Rp.7000   : Rp. 1.120.000,-

  • AQUA 6 DUS           : Rp.      100.000,-

Total     : Rp. 4.500.000,-

SUSUNAN ACARA PERKEMAHAN AKHIR TAHUN

 

JAM

KEGIATAN

KETERANGAN

06.00 – 06.30

PERSIAPAN KEBERANGKATAN (PACKING PERALATAN)

 

06.30 – 07.00

UPACARA PEMBERANGKATAN PERKEMAHAN AKHIR TAHUN

 

07.00 – 11.00

BERANGKAT MENUJU PANDEGLANG

 

11.00 – 12.00

TIBA DI LOKASI DILANJUTKAN PASANG TENDA KEGIATAN

 

12.00 – 12.30

SHOLAT DZUHUR & ISTIRAHAT MAKAN SIANG

 

12.30 – 15.00

GAMES BUILDING TEAM

 

15.00 – 15.30

SHOLAT ASHAR & ISTIRAHAT

 

15.30 – 17.00

GAMES BUILDING TEAM

 

17.00 – 18.00

MANDI SORE & SUNSET TIME

 

18.00 – 18.30

SHOLAT MAGHRIB DAN DZIKIR BERSAMA.

 

18.30 -19.00

MAKAN MALAM

 

19.00 -19.30

SHOLAT ISYA BERJAMAAH

 

19.30 – 21.00

RAPAT PEMBENTUKAN DEWAN PENGGALANG

 

21.00 – 04.30

ISTIRAHAT ( TIDUR )

 

    04.30 – 05.00 SHOLAT SUBUH BERJAMAAH

 

05.00 – 06.00

MANDI PAGI

 

06.00 – 07.00

OLAHRAGA PAGI

 

07.00 – 08.00

MAKAN PAGI

 

08.00 – 12.00

HIKING

 

12.00 – 13.00

SHOLAT DZUHUR BERJAMAAH

 

13.00 – 15.00

ISTIRAHAT SIANG

 

15.00 – 15.30

SHOLAT ASHAR BERJAMAAH

 

15.30 – 17.30

PENGISIAN SKU PENGGALANG

 

17.30 – 18.00

MANDI SORE

 

18.00 – 18.30

SHOLAT MAGHRIB BERJAMAAH

 

18.30 – 19.00

PERSIAPAN API UNGGUN

 

19.00 – 19.30

SHOLAT BERJAMAAH

 

19.30 – 20.00

MAKAN MALAM

 

20.00 – 22.00

API UNGGUN & BARBEQUE TIME

 

22.00 – 02.00

ISTIRAHAT

 

03.00 – 04.30

RENUNGAN MALAM

 

04.30 – 05.00

SHOLAT SUBUH BERJAMAAH

 

05.00 – 06.00

MANDI PAGI & SUNRISE

 

06.00 – 07.00

SARAPAN PAGI & MORNING TEA

 

08.00 – 09.00

UPACARA PELANTIKAN TANDA KECAKAPAN UMUM TINGKAT PENGGALANG RAMU,RAKIT DAN TERAP.

 

09.00 – 12.00

ACARA FOTO BERSAMA DAN REKREASI PANTAI.

 

12.00 – 13.00

ISTRAHAT, SHOLAT & MAKAN SIANG

 

13.00 – 15.00

PACKING & BONGKAR TENDA

 

15.00 – 15.30

SHOLAT ASHAR

 

15.30 – 16.00

UPACARA PENUTUPAN PERKEMAHAN AKHIR TAHUN

 

16.00 – 19.00

PERJALANAN PULANG KE SMP NEGERI 3 KOTA TANGERANG 

 

* Acara dapat berubah sesuai situasi dan kondisi di lapangan.

I. SEJARAH BENDERA MERAH PUTIH
1. Penggunaan arti warna, Merah Putih di Indonesia.
a. Dalam Sejarah Indonesia terbukti, bahwa bendera merah putih dikibarkan pada tahun 1292    oleh
tentara Jayakatwang ketika berperang melawan kekuasaan Kartanegara dari Singosari (1222
1292 ), Sejarah itu disebut dalam tulisan bahasa Jawa Kuno yang memakai tahun 1216 saka
(1294   Masehi ), menceritakan tentang perang antara Jayakatwang melawan R. Wijaya.
b. Prapanca, dalam buku karangannya negara Kertagama menceritakan tentang digunakannya
warna, merah putih dalan upacara upacara hari kebesaran Raja pada waktu pemerintahan
Hayam   Wuruk yang bertahta dikerajaan Majapahit tahun 1350 1380 Masehi. Menurut
Prapanca, gambar-gambar yang dilukiskan pada kereta Raja Puteri Lasem dihiasi dengan
gambar buah maja yang berwarna merah. Atas dasar uraian diatas itu bahwa kerajaan
Majapahit  warna merah putih merupakan warna yang dimuliakan.
c. Dalam suatu kitab Tambo Alam Minangkabau yang disalin pada tahun 1840 dari kitab yang lebih tua terdapat gambar bendera alam Minangkabau, berwarna Merah-Putih-Hitam. Pusaka ini merupakan pusaka peninggalan zaman kerajaan Melayu-Minangkabau dalam abad ke-14, ketika Maharaja Adityawarman memerintah.
Merah : Warna Hulubalang (yang menjalankan pemerintahan).
Putih : Warna Agama (Alim Ulama)
Hitam : Warna Adat Minangkabau (Penghulu Adat)
d. Warna Merah Putih dikenal pula dengan sebutan warna gula keLagu a. Merah putih disebut gula keLagu a tidak berarti Merah lambang “Gula” dan Putih lambang warna buah nyiur yang telah dikupas. Di Kraton Solo terdapat pusaka berbentuk bendera merah putih peninggalan Kyai Ageng Tarub, putera R. Wijaya, yang kemudian menurunkan raja-raja Jawa.
e. Dalam kitab babad tanah jawa bernama babad Mentawis (Jilid I), disebutkan bahwa ketika Sultan Agung memerintah tahun 1613-1645.
2. Juga bagian lain dari kepulauan Indonesia terdapat bendera yang berwarna Merah Putih, misalnya di Aceh, Palembang, Maluku dan sebagiannya meskipun sering dicampuri gambar-gambar lain.
3. Pada umumnya warna merah putih merupakan lambang kesucian, keberanian, kewiraan.
4. a. Bendera Merah Putih berkibar untuk pertama kalinya dalam abad ke-20 sebagai lambang kemerdekaan ialah di Benua Eropa. Pada tahun 1922 perhimpunan di Indonesia mengibarkan bendera merah putih di negeri Belanda dengan Kepala Banteng di Tengah-Tengahnya.
b. Tujuan Perhimpunan Indonesia ialah Indonesia Merdeka, semboyan itu juga digunakan untuk nama majalah yang diterbitkannya.
c. Pada tahun 1924 Perhimpunan Indonesia mengeluarkan buku peringatan 1908-1923 untuk memperingati hidup perkumpulan itu selama 15 tahun di Eropa. Kulit buku peringatan itu bergambar merah putih kepala banteng.
5. Dalam tahun 1927 lahirlah di kota Bandung partai Nasional Indonesia (PNI) yang mempunyal tujuan Indonesis merdeka, PWI mangibarkan merah putih kepala banteng.
6. Pada tanggal 28 oktober 1928 berkibarlah untuk pertama kalinya bendera merah putih sebagai bendera, kebangsaan yaitu dalam Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta. Sejak itu berkibarlah bendera kebangsaan Merah Putih di seluruh kepulauan Indonesia.
7. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta bertempat di Pegangasan Timur 56 Jakarta, atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sesaat kemudian Bendera kebangsaan merah putih dikibarkan untuk partama kalinya.
8. a. Pada tanggal 18 Agustus 1945 panita persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dibentuk pada tanggal 9 Aguatus 1945 mengadakan sidang yang pertama dan menetapkan UUD RI, tetapkan yang kemudian dikenal sebagai UUD 45.
b. Dalam UUD 45 bab I, pasal 19 ditetapkan bahwa negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Dalam UUD 45 Pasal 35, ditetapkan pula bahwa bendera negara Indonesia ialah sang Merah Putih, dengan demikian itu sejak ditetapkannya¬, UUD 45, sang Merah Putih merupakan bendera, kebangsaan negara Republik Indonesia.
9. Dengan ditetapkannya UUD 45 dan bendera kebangsaan Sang Merah Putih, maka serentak seluruh rakyat Indonesia dan pemuda Indonesia mengadakan, mengibarkan dan mempertahankan Sang Merah Putih di Indonesia, Pertempuran pertempuran dengan serdadu Kolonial Belanda, yang didukung oleh tentara sekutu berkobar diseluruh Indonesia. Ribuan rakyat dan pemuda gugur sebagai pahlawan bangsa mempertahankan kemerdekaan Sang Merah Putih.
10. a. Sang Merah Putih yang dikibarkan pada, hari proklamasi tangggal 17 Agustus 1945 di Gedung Pengangsaan Timur 56 Jakarta disebut Bendera Pusaka. Bendera Pusaka itu selalu dikibar¬kan ditiang yang tingginya 17 meter didepan istana merdeka Jakarta pada tiap perayaan peringatan hari hari Proklamasi Kemerdekaan.
b. Mulai tahun 1969 Bendera Pusaka itu tidak lagi dapat dikibarkan karena sudah tua. Sebagai gantinya dikibarkan duplikatnya yang dibuat dari sutera alam Indonesia.
c. Dalam Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia Bendera Pusaka tidak pernah jatuh ketangan musuh, meskipun tentara Kolonial Belanda menduduki Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

II.  Kiasan Warna  Bendera Merah Putih
Merah berarti berani dan putih berarti suci atau bersih , jadi arti kiasan warna bendera merah putih adalah Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang berani karena dilandaskan kebenaran . Tidak memaksakan kehendak pada negara lain , menjaga ketertiban dan persaudaraan dunia .

Cara Penggunaan Bendera Merah Putih

  1. Dikibarkan dari pagi hari sampai petang ( dari matahari terbit hingga terbenam )
  2. Untuk mencegah dari kerusakan / kotor , Bendera Merah Putih dapat diturunkan jika turun hujan lebat
  3. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu lebih tinggi dibandingkan bendera – bendera organisasi lainnya ( Bendera Pramuka , Bendera Kepanduan , Bendera Osis , dsb )
  4. Bendera Merah Putih dikibarkan sejajar jika dikibarkan dengan Bendera Negara lain
  5. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu paling kanan . Jika dibuat untuk hiasan atau lain-lainnya , warna merah ditetapkan disebelah kanan warna putih .
  6. Bendera merah putih tidak boleh kotor , digambari , dicorat – coret
  7. Bendera Merah Putih tidak boleh menyentuh tanah
  8. Bendera Merah Putih selalu disimpan ditempat yang baik dan bersih
  9. Pengibaran Bendera Merah Putih yaitu pada hari-hari besar Nasional
  10. Cara mengibarkan merah putih setengah tiang dalam upacara adalah dinaikan dahulu sampai kepuncak tiang  kemudian diturunkan lagi sampai setengah tiang
  11. Cara melipat bendera merah putih adalah warna merah dibagian luar dan putih didalam
  12. Bendera Merah Putih jika dipergunakaan sebagai penutup peti jenazah . Maka warna merah diletakkan disebelah kanan jenazah .

SALAM PRAMUKA

Salam Pramuka adalah perwujudan dari penghargaan seseorang Pramuka kepada Pramuka lainnya. Biasanya salam pramuka diberikan dengan memberikan hormat sambil meneriakkan “Salam pramuka!” yang diberi salam akan menjawab dengan meneriakkan “Salam!” sambil menghormat juga.

Fungsi salam pramuka

Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan.

Macam salam pramuka

Salam pramuka digolongkan menjadi 3 macam:

Salam biasa

Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka. Siapa yang melihat dulu dialah yang harus memberi salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat, tua maupun muda. Salam tersebut dapat diberikan sambil berjalan, sedang duduk, naik sepeda ataupun kendaraan. Jadi tidak harus berdiri.

Salam hormat

Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang kedudukannya lebih tinggi.

Untuk salam hormat diberikan kepada :

Bendera kebangsaan ketika dikibarkan atau diturunkan dalam suatu upacara.

Jenazah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.

Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan pejabat lainnya.

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Salam janji

Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang sedang dilantik. Pemberian salam pramuka dilakukan ketika dilakukan pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya. Salam janji juga diberikan pada saat pengucapan janji Trisatya dalam acara Ulang Janji.

MOTTO GERAKAN PRAMUKA

Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.

Motto Gerakan Pramuka adalah “ SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “

Manfaat Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :

1. Menanamkam rasa percaya diri.

2. Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.

3. Siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.

4. Rasa bangga sebagai Pramuka.

5. Memiliki Budaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya.

Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari hari.

Untuk meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing.

LAMBANG GERAKAN PRAMUKA

Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini diciptakan oleh Soenardjo Atmodipuro, seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka.

Lambang ini dipergunakan pertama kali sejak tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Bentuk

Lambang Gerakan Pramuka berbentuk / berupa Silluete Tunas Kelapa. (lihat gambar di samping) Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomer 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.

Arti kiasan

Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut:

Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).

Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.

Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun

Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.

Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.

Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Penggunaan

Lambang Gerakan Pramuka dapat dipergunakan pada Panji, Bendera, Papan Nama Kwartir / Satuan, Tanda Pengenal dan alat administrasi Gerakan Pramuka

Penggunaan lambang tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan menanamkan sifat dan keadaan seperti yang termaktub dalam arti kiasan lambang Tunas Kelapa itu pada setiap anggota Gerakan Pramuka.

Setiap anggota Gerakan Pramuka diharapkan mampu mengamalkan dan mempraktekkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya kepada masyarakat di sekelilingnya. Sebab generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka diharapkan kelak mampu menjadi kader pembangunan yang berjiwa Pancasila

1) Makna Kode Kehormatan Pramuka yang disebut satya / janji adalah :
  • Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan.
  • Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji.
  • Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial, dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
2) Makna Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk ketentuan moral yang disebut darma merupakan :
  •  Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
  • Upaya memberi pengalaman praktis.
  • Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui Kepramukaan.
  • Kode Etik organisasi Gerakan Pramuka.
3) Pengertian Kode Kehormatan Gerakan Pramuka adalah :
  • Kode Kehormatan adalah suatu norma / ukuran kesadaran mengenai akhlak (budi pekerti) yang tersimpan dalam hati orang sebagai akibat karena orang tersebut tahu akan harga dirinya.
  • Kode Kehormatan Pramuka adalah suatu norma atau nilai – nilai luhur dalam kehidupan para anggota  Pramuka yang merupakan ukuran atau standar tingkah laku seorang anggota Gerakan Pramuka di masyarakat.
Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas :
  • SATYA PRAMUKA, merupakan janji yang diucapkan secara suka rela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaannya.
  • DARMA PRAMUKA, adalah alat proses pendidikan diri yang progesif untuk mengembangkan budi pekerti luhur juga sebagai landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui Kepramukaan yang kegiatan mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan kegotong royong.
Kode kehormatan Gerakan Pramuka untuk masing-masing golongan usia itu berbeda-beda disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani masing-masing golongan anggota gerakan Pramuka yaitu :
Siaga ( 7 – 10 tahun)
     Janji     → DWI SATYA
    Darma → DWI DARMA
Penggalang (11 – 15 tahun) 
    janji      →TRI SATYA
    Darma  → DASA DARMA
Penegak (16 – 20 tahun)
    janji     → TRI SATYA
    Darma → DASA DARMA
Pandega (21 – 25 tahun)
    janji     →TRI SATYA
    Darma →DASA DARMA
Anggota Dewasa
   janji →TRI SATYA
   Darma →DASA DARMA
Kode Kehormatan bagi Pramuka Penggalang
1. Janji yang disebut Tri Satya yang berbunyi sebagai berikut :
    Demi kehormatanku akau berjanji akan bersungguh-sungguh
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan  mengamalkan Pancasila
  • Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  •  Menepati Dasa Darma
2. Ketentuan Moral yang disebut Dasa Darma yang selengkapnya berbunyi :
    Dasa Darma Pramuka:
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6.  Rajin terampil dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran berkataan dan perbuatan
Di dalam Trisatya ada enam kewajiban yaitu:
  • Kwajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Kewajiban terhadap Pancasila
  • Kewajiban terhadap sesama hidup
  • Kewajiban terhadap Masyarakat
  •  Kewajiban Terhadap Dasadarma
Dari Dasadarma, kita dapat menjabarkan menjadi banyak sikap hidup (pola tingkah laku) sehari-hari, seperti misalnya :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Beribadah menurut agama masing – masing dengan sebaik – baiknya. Dengan menjalankan semua perintah – perintahNya serta meninggalkan segala larangan – laranganNya
  • Patuh dan berbakti kepada orang tua.
  • Sayang kepada saudara, dsb.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  • Menjaga kebersihan sanggar bakti, kelas dan lingkungan sekolah.
  • Ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun faunanya.
  • Membantu fakir miskin, anak yatim piatu, orang tua jompo.
  • Mengunjungi yang sakit, dsb.
3. Patriot yang sopan dan Kesatria
  • Mengikuti upacara sekolah atau upacara latihan dengan baik.
  • Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
  • Ikut serta dalam pertahanan bela Negara
  • Belajar disekolah dengan baik
  • Ikut serta dalam kegiatan – kegiatn kemasyarakatan. Dsb.
4. Patuh dan suka bermusyawarah
  • Mengerjakan tugas – tugas dari guru, Pembina atau orang tua dengan sebaik baiknya
  • Patuh kepada orang tua, guru, dan Pembina
  • Berusaha mufakat dalan setiap musyawarah
  • Tidak mengambil keputusan yang tergesa – gesa, yang didapatkan tanpa melalui musyawarah
5. Rela menolong dan Tabah
  • Berusaha menolong orang yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.
  • Setiap menolong tidak meminta pamrih atau mengharapkan imbalan.
  • Tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan
  • Tidak banyak mengeluh, dan tak mudah putus asa.
  •  Bersedia menolong tanpa diminta, dsb.
6. Rajin, Terampil dan Gembira.
  • Tidak pernah membolos dari sekolah.
  • Selalu hadir dalam setiap pertemuan pramuka.
  •  Dapat membuat berbagai macam kerajinan atau hasta karya yang berguna
  • Selalu riang gembira dalam setiap melakukan kegiatan atau pekerjaan.
7. Hemat Cermat dan Bersahaja.
  • Tidak boros dan tidak bersikap hidup mewah.
  • Rajin menabung.
  • Teliti dalam melakukan sesuatu.
  • Bersikap hidup sederhana, tidak berlebih – lebihan.
  • Biasa membuat perencanaan setiap akan  melakukan tindakan, dsb.
8. Disiplin Berani dan Setia
  • Selalu menepati waktu yang ditentukan.
  • Mendahulukan kewajiban terlebih dahulu dibanding haknya.
  • Berani mengambil keputusan.
  • Tidak pernah mengecewakn orang lain.
  • Tidak pernah ragu – ragu dalam bertindak, dsb.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  • Menjalankan segala sesuatu dengan sikap bersungguh – sungguh.
  • Tidak pernah mengecewakan orang lain.
  • Bertanggung jawab dalam setiap tindakan.dsb.
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
  • Berusaha untuk berkata baik dan benar dan tidak pernah berbohong
  • Tidak pernah menyusahkan atau mengganggu orang lain.
  •  Berbuat baik kepada semua orang, dsb.

SUSUNAN PEMERINTAHAN

Posted: April 8, 2013 in Uncategorized

  1. Presiden selaku kepala Negara RI memagang kekuasaan Pemerintahan menurut UUD
  2. Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh Wakil Presiden
  3. Presiden dan wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun , sesudah itu dapat dipilih kembali
  4. Jika Presiden mangkat atau berhenti tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya , maka diganti wakil Presiden sampai habis waktunya .
  5. Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh Menteri-Menteri Negara dan berkedudukan di Ibukota Negara
  6. Para Menteri memimpin Departemen Pemerintahan
  7. Para Meteri dalam menjalankan tugas – tugasnya dibantu oleh para Gubernur / Kepala Daerah tingkat I Provinsi
  8. Gubernur berkedudukan di Ibukota Provinsi
  9. Gubernur dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu leh para Bupati / Wali kota / Kepala Daerah tingkat II Kabupaten / Kota madya
  10. Bupati atau Walikota dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh para camat / Kepala wilayah kecamatan
  11. Camat dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh para lurah / Kades (Kepala wilayah kelurahan / Desa )
  12. Lurah atau kades dalam menjalankan tugas-tugasnya memerlukan bantuan dari RT dan RW
  13. RT dan RW adalah badn-badan sosial dari masyarakat
  14. RT dan RW dalam menjalankan tugasnya memerlukan bantuan dan partisipasi dari warga

HAK PERLINDUNGAN ANAK

Posted: April 8, 2013 in Uncategorized

Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Semua anak mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, perlindungan anak mengupayakan agar setiap hak sang anak tidak dirugikan. Perlindungan anak bersifat melengkapi hak-hak lainnya yang secara inter alia menjamin bahwa anak-anak akan menerima apa yang mereka butuhkan agar supaya mereka bertahan hidup, berkembang dan tumbuh.

Empat hak dasar anak menurut Kak Seto Mulyadi dari Komnas Perlindungan Anak :

1. Hak Hidup Lebih Layak

Misalnya seperti berhak atas kasih sayang orangtua, asi ekslusif, akte kelahiran, dan lain sebagainya.

2. Hak Tumbuh dan Berkembang

Contoh seperti Hak atas pendidikan yang layak, istirahat, makan makanan yang bergizi, tidur / istirahat, belajar, bermain, dan lain-lain.

3. Hak Perlindungan

Contohnya yaitu seperti dilindungi dari kekerasan dalam rumah tangga, dari pelecehan seksual, tindak kriminal, dari pekerjaan layaknya orang dewasa, dan lain sebagainya.

4. Hak Berpartisipasi / Hak Partisipasi

Setiap anak berhak untuk menyampaikan pendapat, punya suara dalam musyawarah keluarga, punya hak berkeluh kesah atau curhat, memilih pendidkan sesuai minat dan bakat, dan lain-lain.

Dalam memberikan perlindungan kepada anak, diperlukan juga pengetahuan seputar perlindungan anak. Hal ini ditujukan agar dalam perlindungan anak tidak membuat anak kehilangan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari. Berikut 9 pengetahuan yang dapat membantu dalam memberikan perlindungan anak.

  1. Setiap anak harus mempunyai kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Jika keluarga tidak mampu memelihara dan mengasuh anak, pihak pemangku kepentingan harus melakukan upaya untuk mengetahui penyebabnya dan menjaga keutuhan keluarga.
  2. Setiap anak mempunyai hak untuk mempunyai nama dan kewarganegaraan. Pencatatan kelahiran (akte kelahiran) anak membantu kepastian hak anak untuk mendapat pendidikan, kesehatan serta layanan-layanan hukum, sosial, ekonomi, hak waris, dan hak pilih. Pencatatan kelahiran adalah langkah pertama untuk memberikan perlindungan pada anak.
  3. Anak perempuan dan anak laki-laki harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi. Termasuk ketelantaran fisik, seksual dan emosional, pelecehan dan perlakuan yang merugikan bagi anak seperti perkawinan anak usia dini dan pemotongan/perusakan alat kelamin pada anak perempuan. Keluarga, masyarakat dan pemerintah berkewajiban untuk melindungi mereka.
  4. Anak-anak harus mendapat perlindungan dari semua pekerjaan yang membahayakan. Bila anak bekerja, dia tidak boleh sampai meninggalkan sekolah. Anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam bentuk pekerjaan yang terburuk sepertiperbudakan, kerja paksa, produksi obat-obatan atau perdagangan anak.
  5. Anak perempuan dan laki-laki berisiko mengalami pelecehan seksual dan eksploitasi di rumah, sekolah, tempat kerja atau masyarakat. Hukum harus ditegakkan untuk mencegah pelecehan seksual dan eksploitasi. Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual dan eksploitasi perlu bantuan segera.
  6. Anak-anak rentan terhadap perdagangan orang jika tidak ada perlindungan yang memadai. Pemerintah, swasta, masyarakat madani dan keluarga bertanggung jawab mencegah perdagangan anak sekaligus menolong anak yang menjadi korban untuk kembali ke keluarga dan masyarakat.
  7. Tindakan hukum yang dikenakan pada anak harus sesuai dengan hak anak. Menahan atau memenjarakan anak seharusnya menjadi pilihan terakhir. Anak yang menjadi korban dan saksi tindakan kriminal harus mendapatkan prosedur yang ramah anak.
  8. Dukungan dana dan pelayanan kesejahteraan sosial, dapat membantu keutuhan keluarga dan anak-anak yang tidak mampu untuk tetap bersekolah serta mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
  9. Semua anak mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan usianya, didengarkan dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut diri mereka. Pemenuhan hak anak seharusnya memberi kesempatan pada anak untuk berperan aktif dalam perlindungan diri mereka sendiri dari pelecehan, kekerasan, dan eksploitasi sehingga mereka dapat menjadi warga masyarakat yang aktif.

SKU PENGGALANG RAMU

Posted: April 5, 2013 in Uncategorized

NO.

MATERI SKU

1

Selalu taat   menjalankan ibadah agamanya secara pribadi ataupun berjamaah

2

Dapat mengetahui   dan menjelaskan hari – hari besar agamanya

3

Dapat   menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya.
    4 *  Islam

#

Dapat melakukan mandi wajib dan mengerti penyebabnya

#

Dapat melakukan sholat berjamaah

#

Dapat menghafal 5 macam doa harian dan 5 macam surat   – surat pendek.

*

Katholik

#

Dapat berdoa Rosario, dan tahu artinya

#

Telah mengikuti Misa Kudus dan menjadi putera altar   dan dapat menghias altar

#

Dapat menyanyikan tiga macam lagu Gerejani

*

Protestan

#

Dapat    menyanyikan beberapa nyanyian Gereja

#

Dapat menceritakan dua macam hikayat dari Alkitab

#

Dapat melakukan doa sederhana pada kesempatan   tertentu

#

Dapat menyebutkan hari-hari Raya Kristiani.

 

Hindu

#

Dapat melafalkan dan mengerti arti dari bait   masing-masing mantram puja Tri Sandhya dan melaksanakannya/praktik dalam   kehidupan sehari-hari

#

Dapat menyebutkan nama-nama para Maha Rsi penerima   Wahyu

#

Dapat menyebutkan nama-nama pura dalam cakupan Sad   Kahyangan

#

Dapat menyebutkan    tokoh-tokoh dalam epos cerita Mahabharata dan Ramayana

#

Dapat menguraikan arti dan makna  kata Tatwamsi

#

Dapat menguraikan dan menjelaskan fase kehidupan   dalam ajaran Catur Asrama

#

Dapat mempraktikkan    satu gerakan Yoga Asanas.

*

Buddha

#

Dapat menjelaskan arti/makna simbol yang terdapat di   Altar Buddha

#

Dapat menyanyikan lagu Pancasila Buddhis

#

Dapat melakukan dana paramita

5

Dapat   menjelaskan tentang Emosi

6

Dapat   menyampaikan pendapat dengan baik dalam suatu pertemuan Pasukan Penggalang.

7

Dapat mengetahui   dan menjelaskan  manfaat dari   penghijauan

8

Dapat mengetahui   dan memahami tentang hak perlindungan anak.

9

Ikut serta dalam   kegiatan Perkemahan Penggalang sedikitnya 2 hari, sesuai dengan standar   perkemahan

10

Dapat   menyebutkan tanda- tanda pengenal    Gerakan Pramuka sesuai dengan golongan dan tingkatannya

11

Mengetahui nama   Ketua RT hingga Lurah atau setingkatnya di tempat tinggalnya.

12

Dapat mengetahui   dan menyebutkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang

13

Rajin dan giat   mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 8 kali latihan berturut-turut

14

Tahu tentang   Salam Pramuka, Motto dan tahu arti Lambang Gerakan Pramuka.

15

Dapat   menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah   putih

16

Dapat menjelaskan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sikap yang benar serta dapat menyanyikan 2 lagu wajib nasional dan 1 lagu daerah Nusantara

17

Dapat   menjelaskan tentang  lambang Negara RI

18

Dapat   menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

19

Telah menabung   secara rutin dan setia membayar uang iuran untuk regunya yang diperoleh dari   usahanya sendiri

20

Dapat   menyebutkan  dan menjelaskan manfaat   sedikitnya 2 jenis alat teknologi informasi modern

21

Mengenal dan   memilah sampah

22

Dapat menjelaskan   teknik penjernihan air

23

Dapat membuat   dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul tiang, simpul   pangkal dan dapat menyusuk tali, membuat ikatan serta menyambung dua tongkat

24

Dapat   menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar

25

Mengenal   macam-macam sandi, isyarat morse dan semaphore

26

Selalu   berpakaian rapi dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri serta   lingkungannya

27

 Dapat   baris-berbaris

28

Dapat   menjelaskan Sedikitnya 3 cabang olahraga dan dapat melakukan 2 jenis cabang   olah raga, salah satunya: olah raga Renang

29

Mengetahui   adanya perbedaan perkembangan fisik tubuh

30

Selalu melakukan   aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 30 menit

PENGHIJAUAN

Posted: April 5, 2013 in Uncategorized

ARTI PENGHIJAUAN

Penghijauan dalam arti-kata luas adalah segala daya-upaya untuk memulihkan dan atau mempertahankan dan mengembangkan secara berkelangsungan kondisi tanah beserta kelengkapannya sehingga secara optimal dapat melaksanakan fungsi-fungsinya sebagai unsur produksi, sebagai media pengaturan tata-air dan sebagai media perlindungan alam lingkungan.

• Tergantung kepada status tanah, kondisi tanah dan peruntukan tanah ybs, Penghijauan dilaksanakan melalui pendekatan atau budidaya Kehutanan (reboisasi). Pertanian (penghijauan). Perkebunan (peremajaan) atau Peternakan (perumputan).

• Penghijauan yang ditujukan untuk memulihkan kondisi tanah mempunyai sasaran tanah-tanah pertanian tegalan, padang alang-alang, tanah-tanah kosong/gundul dan tanah-tanah terlantar lainnya, hutan rusak dan belukar, dengan prioritas pada yang keadaannya kritis.

• Penghijauan yang ditujukan untuk mempertahankan dan mengembangkan kondisi tanah, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budidaya yang diterapkan di dalam menggunakan tanah-tanah ybs, dan mempunyai tekanan kepada pencegahan terjadinya tanah-tanah kosong dll tersebut di atas.

• Tergantung kepada pendekatan atau budidaya yang digunakan, Penghijauan meliputi sebagian atau seluruhnya kegiatan-kegiatan: pembuatan sengkedan; penanaman tanaman sengkedan, tanaman pionir dan atau penanaman tanaman-tanaman pengawet dan peningkatan kesuburan dan kestabilan tanah; penanaman tanaman produktip sesuai dengan kemampuan tanah dan prospek sosial dan ekonomi yang diharapkan.

• Penghijauan dalam rangka pencapaian dan pendayagunaan tujuan-tujuannya melibatkan berbagai aspek (teknik, sosial dan ekonomis), fungsi, tugas dan kegiatan serta kewenangan dan keahlian, sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan yang bersifat multi dimensi, guna mencapai keselarasan-keselarasan dan jumlah manfaat yang optimal secara berdayaguna, dan berhasilguna.

I. MENGAPA PERLU PENGHIJAUAN

Tindakan manusia menebangi pohon-pohon muda untuk diambil kayunya, menanami lereng-lereng bukit dengan tanaman-tanaman semusim atau membakar hutan untuk perladangan, pada akhirnya setelah bertahun-tahun akan menghasilkan tanah-tanah yang kosong terbuka atau padang alang-alang. Mungkin sekali mereka itu tidak sadar akan bahaya yang ditimbulkannya, bahkan sampai sekarang masih ada orang yang melakukan hal-hal seperti itu. Mungkin terdorong keperluan hidup. Tetapi yang jelas sekarang ini telah banyak padang alang-alang dan tanah-tanah gundul.

Dari padang alang-alang atau tanah-tanah kosong terbuka, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Pada tanah-tanah seperti itu, sukar sekali tanaman tumbuh atau bahkan tidak akan tumbuh sama sekali. Kesuburan tanah telah sangat berkurang. Biasanya tanah-tanah ini dibiarkan saja terlantar. Keadaannya semakin lama semakin parah. Mungkin sekali disatu saat, alang-alangpun tidak dapat tumbuh.

1. Tanah gundul

Tanah gundul tidak berpepohonan merupakan akibat pertama yang terjadi dari perusakan hutan dan pepohonan. Tanah gundul ini bagaikan penyakit dalam tubuh kita, apabila tidak segera ditanggulangi, maka akan makin parah dan meluas. Bila dibiarkan terus terbuka atau terus menerus diolah, lebih-lebih di daerah perbukitan, tanah akan mudah terkikis air hujan sehingga akan mudah tandus. Dan tanah tandus tidak akan memberikan apa-apa bagi petani, kecuali kemiskinan.

2. Banjir

Sudah tentu setiap orang tidak menghendaki terjadinya banjir, karena besar sekali penderitaan yang akan ditimbulkannya. Banjir menghancurkan pertanian, menghanyutkan rumah-rumah, harta benda, ternak dan sebagai-nya. Banjir juga merusak jalan-jalan, jembatan dan rel kereta api. Belum lagi lumpur dan tanah yang menyumbat saluran-saluran air. Selain itu juga dapat menimbulkan berbagai macam wabah bagi penduduk dan hewan ternak.

Banjir dapat terjadi jika air hujan yang jatuh ke bumi tidak banyak terserap ke dalam tanah. Kemudian jika air ini juga tidak tertampung oleh sungai yang mengalirkannya ke laut, terjadilah banjir. Kemampuan sungai menampung aliran air akan menjadi semakin kecil karena adanya pendangkalan oleh tanah yang tererosi. Hal ini terjadi karena tidak ada pohon-pohon yang menahan aliran air di dalam tanah. Tidak ada jaringan akar dan lapisan humus yang menyimpan air di dalam tanah.

3. Kekeringan

Kita sering mendengar bahkan mungkin mengalami sendiri bencana kekeringan. Tanah yang gundul tidak berpepohonan, pada musim kemarau, tidak akan banyak mempunyai persediaan air, karena pada musim penghujan tanah sulit atau sama sekali tidak dapat menyerap dan menyimpan air. Persediaan air yang hanya sedikit ini akan habis menguap. Akibatnya mata air mati, sungai dan parit kering. Kekeringan seperti ini dapat mematikan tanaman, membunuh ternak. Tetapi pada tanah-tanah berpepohonan, pada musim penghujan sebagian air masih tetap dipertahankan di dalam tanah. Sehingga di musim kemarau, tanaman masih dapat tumbuh dengan subur.

4. Kemiskinan

Tanah gundul, banjir dan kekeringan pada akhirnya hanya akan menimbulkan kesengsaraan. Ini jelas, sebab tidak ada usaha pertanian yang dapat kita harapkan berhasil pada tanah-tanah gundul. Pada musim kemarau tidak ada air, tetapi di musim penghujan terjadi banjir. Belum lagi apabila tanah longsor. Semuanya ini jelas akan menghabiskan harta milik kita.

Apabila keadaan ini dibiarkan berlangsung terus, apakah yang akan terjadi? Tanah-tanah gundul semakin luas, banjir secara teratur tiap musim akan melanda, sementara tanah-tanah di daerah perbukitan banyak yang longsor. Kemiskinan muncul di mana-mana. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi semua bencana ini? Jawabnya tidak lain adalah Penghijauan.

Dalam arti luas penghijauan adalah segala daya upaya manusia untuk memulihkan, mempertahankan dan mengembangkan keadaan tanah beserta kelengkapannya secara baik, sehingga dapat berguna sebagai sumber kehidupan dan perlindungan alam.

II. BAGAIMANA PENGHIJAUAN DILAKUKAN

Kehidupan para petani kita sangat tergantung pada hasil pertanian, baik di bidang kehutanan, perkebunan, pertanian tanaman semusim, peternakan maupun perikanan. Oleh karena itu, hidupnya sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah serta keteraturan tata air. Luasnya tanah kritis yang antara lain berupa padang alang-alang dan tanah-tanah tidak produktif lainnya, jelas menimbulkan berbagai macam masalah: Satu-satunya jalan yang harus kita lakukan untuk menanggulangi masalah ini, tidak lain ialah dengan melaksanakan penghijauan.

Dilihat dari tujuan dan daerah tempat penghijauan dilakukan, dikenal beberapa macam istilah. Penghijauan yang dilakukan pada areal kawasan hutan disebut reboisasi, sedang yang dilakukan pada areal perkebunan disebut peremajaan. Kedua macam penghijauan itu sudah diatur tersendiri oleh masing-masing pihak yang bersangkutan. Tetapi yang penting adalah, kita harus sama-sama mencegah terjadinya kerusakan tanaman kehutanan atau perkebunan itu.

Sekarang marilah kita dalami mengenai penghijauan yang dilaksanakan pada tanah milik. Bagaimana penghijauan ini harus dilakukan?

1. Penghijauan dengan penanaman pohon

Penghijauan dengan penanaman pohon dilakukan selain di atas tanah yang kemiringannya sangat curam, juga di sepanjang tepi sungai, jurang, sekitar waduk atau bendungan, dan sekitar mata air. Jenis tanamannya dipilih
yang cocok dengan keadaan tanah dan sesuai dengan tujuannya. Misalnya jika untuk tujuan pengaturan tata air, perakaran pohon harus yang dalam. Jika untuk menyuburkan tanah, utamakanlah jenis-jenis yang dapat menyuburkan tanah seperti albasia, turi dan sebagainya.

Untuk menanam pohon harus disediakan bibitnya terlebih dahulu. Beberapa jenis pohon, bijinya dapat ditanam langsung di lapangan, dan beberapa jenis lagi harus melalui persemaian. Bibit dari persemaian ini dapat berupa bibit dalam kantung, cabutan, kepalan atau stump. Tentunya perlu langkah-langkah persiapan lainnya seperti pembuatan lubang, pemberian pupuk kandang dan lain-lain. Setelah ditanam perlu dipelihara, seperti disiram, didangir dan sebagainya.

Bermacam-macam pohon dapat ditanam, seperti nangka, petai, rambutan, cengkeh, mangga dan lain-lain. Pilihlah tanaman-tanaman yang memang tersedia bibitnya dan yang disukai.

2. Pengawetan tanah

Cara lain yang dikenal dalam penghijauan adalah pengawetan tanah. Ada beberapa macam pengawetan tanah.

a. Pembuatan teras/sengkedan

Pembuatan teras dilakukan pada tanah yang letaknya miring. Maksudnya adalah untuk mengurangi kecepatan air yang mengalir di atas permukaannya. Air yang mengalir di tempat yang miring, jika tidak dibuat teras-teras, dapat menyebabkan terkikisnya lapisan permukaan tanah. Sedang lapisan permukaan tanah merupakan lapisan subur yang paling dibutuh kan oleh tanaman. Dengan demikian pembuatan teras atau sengkedan dimaksudkan untuk melindungi/ mempertahankan agar tanah tetap subur. Dengan adanya teras, peresapan air ke dalam tanah dapat diperbanyak. Bukankah kesuburan tanah dan adanya air tanah itu sangat dibutuhkan oleh tanaman?

Kita sudah mengenal bahwa ada 4 bentuk teras yaitu teras datar, teras kredit, teras guludan dan teras bangku. Teras datar dibuat pada tanah-tanah yang sedikit miring, demikian seterusnya sampai teras bangku untuk tanah-tanah sangat miring.

Teras-teras yang telah dibuat perlu diperkuat agar tidak longsor atau hanyut terbawa air. Perlu ditanam tanaman penguat di sepanjang guludan. Juga di beberapa tempat, perlu dibuat saluran-saluran air. Untuk tempat-tempat yang terlalu curam, dibuat terucuk.

Setelah semua selesai, teras-teras masih harus dipelihara, yang meliputi :
— perbaikan saluran air dan membersihkannya dari tanah yang menimbuninya
— memperkuat guludan
— menyulam tanaman penguat teras
— memangkas daun tanaman penguat teras, kalau sudah lebat.

Pembuatan bendungan pengendali.

Bendungan pengendali (check-dam) adalah waduk kecil dengan konstruksi sederhana dan berfungsi untuk menampung aliran permukaan beserta lumpur yang dibawanya. Bendungan pengendali dibuat di daerah berbukit dengan kemiringan lereng rata-rata 30 %. Keuntungan lain dari bendungan pengendali adalah sebagai tempat penampungan air bagi penduduk di musim kemarau, baik untuk mengairi sawah atau keperluan lain.
Bendungan pengendali harus dibuat secara bergotong-royong, sebab meliputi daerah yang cukup luas. Dibeberapa tempat bendungan pengendali ini dibuat oleh pemerintah.

c. Bentuk-bentuk lain pengawetan tanah

Selain pembuatan teras dan bendungan pengendali, masih ada cara-cara lain dalam usaha pengawetan tanah ini, seperti mengatur pergiliran tanaman, menanam tanaman-tanaman penutup tanah, penserasahan dan lain-lain.

Demikianlah beberapa usaha untuk menyelamatkan serta memelihara kelestarian tanah dan tata air.

TUJUAN DAN MANFAAT UMUM PENGHIJAUAN

• Mencegah bahaya-bahaya banjir dan erosi, dan dengan itu mengamankan alam lingkungan beserta segala obyek vital yang ada di dalamnya.

• Memperbaiki dan memelihara secara berkelangsungan kondisi hidro-orologis daerah aliran sungai sehingga terjamin sistim tata air yang mantap sepanjang masa.

• Memperbaiki dan mempertahankan secara berkelangsungan produktivitas tanah sehingga dapat berperanan sebagai modal produksi Pertanian dalam arti luas.

• Menciptakan alam lingkungan yang mempunyai arti aestetika, dan yang mampu memberikan perlindungan bagi kehidupan.

• Meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat sekitar dengan tersedianya bahan-bahan yang diperlukannya sebagai produk Penghijauan.

• Memberikan dorongan bagi terselenggaranya perencanaan penggunaan tanah, pemukiman atau pemukiman kembali penduduk dan transmigrasi.

• Mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha Pertanian (agro-business) dan industri pengolahan hasil-hasil Pertanian (agro-industry).

III. MANFAAT PENGHIJAUAN

Bila kita telah melaksanakan penghijauan, yaitu menanami tanah tanah kosong dengan berbagai macam tanaman, membuat teras-teras di tanah miring dan tindakan pengawetan alam yang lain, maka apa yang akan kita peroleh? Pertama-tama adalah alam yang subur dengan tata air yang teratur dan usaha pertanian yang menguntungkan. Apakah itu saja manfaatnya? Marilah kita lihat.

A. Manfaat langsung

Bermacam-macam manfaat yang dapat kita rasakan dengan adanya kegiatan penghijauan itu. Untuk penghijauan yang dilakukan dengan penanaman pohon-pohonan, maka hasil dari pohon-pohonan itu akan memberi manfaat atau keuntungan kepada kita.

Beberapa jenis tanaman kayu-kayuan yang memberikan hasil :

1. Akasia dekuran

Kayu dari pohon ini biasa digunakan untuk kayu bakar dan bahan untuk arang. Kulitnya baik sebagai bahan penyamak kulit. Untuk ini sebaiknya dipungut pada umur 8 tahun. Produksi kulit setelah umur 8 tahun, pada jarak tanam 3 x 1 m. kurang lebih 1 ton per hektar.

2. Albasia

Kayu dari pohon ini banyak digunakan untuk bahan bangunan, peti, bahan korek api, kayu bakar dan kertas. Daunnya baik untuk pupuk hijau atau makanan ternak. Umur pemungutan disesuaikan dengan tujuan peruntukannya.

3. Bambu

Bambu siap untuk dimanfaatkan. Bambu banyak digunakan untuk bangunan rumah, untuk bahan anyam-anyaman, kayu bakar dan kertas. Di Jawa pemungutan hasil dilakukan setelah tanaman berumur 3 sampai 4 tahun.

4. Pinus

Kayu dari pohon ini digunakan untuk pertukangan, kayu bakar dan bahan kertas. Getahnya juga dapat disadap untuk diperdagangkan. Saat pemungutan hasil dilakukan setelah pohon berumur kurang lebih 30 tahun.

Beberapa jenis tanaman perdagangan yang memberikan hasil :

1. Cengkeh

Tanaman cengkeh muda. Kita semua tentu sudah mengenal tanaman cengkeh ini. Dengan menanam beberapa pohon saja, hasilnya sudah cukup untuk membiayai hidup kita seke luarga. Tanaman ini sudah banyak ditanam dalam rangka menghijaukan bukit-bukit gundul.

2. Coklat

Buahnya, setelah melalui pengolahan, dapat dijual sebagai bahan makanan dan bahan industri.

3. Jambu mente

Dari pohon ini dipungut buah dan bijinya. Buahnya selain dimakan segar, juga dapat dibuat manisan. Bijinya dapat dimakan dan mahal harganya. Sedang kulitnya dapat dijual untuk digunakan sebagai bahan pembuat minyak. Pohon jambu mente ini berbuah pada umur 8 tahun. Produksinya dapat mencapai 300 – 400 buah per pohon. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, jambu mente sudah banyak ditanam sebagai tanaman penghijauan.

4. Kapuk

Buah yang sudah tua dari pohon ini dapat menghasilkan bahan kapuk. Setelah melalui pengolahan sederhana, bahan digunakan untuk kasur dan bantal. Bijinya dapat dijual dan menghasilkan minyak biji kapuk. Produksi serat dapat mencapai 500 kg per hektar.

5. Karet

Hasil yang dipungut dari pohon ini terutama getahnya. Pohon yang dapat disadap paling sedikit yang sudah berumur 4 tahun. Tiap tahun, setiap pohon dapat disadap 180 kali.

6. Kelapa

Hampir semua bagian kelapa ini bermanfaat. Daging buahnya digunakan untuk keperluan masak sehari-hari, untuk bahan kue, untuk bahan minyak goreng dan bahan mentega. Tempurungnya untuk hiasan dan kayu bakar. Serabutnya untuk bahan alat rumah tangga. Batangnya untuk bahan bangunan, antara lain untuk jembatan. Daunnya digunakan untuk atap, lidinya untuk dibuat sapu.

7. Kemiri

Pohon ini menghasilkan biji yang bagian dalamnya dapat digunakan bumbu masak atau sebagai bahan minyak. Kayunya juga dapat digunakan untuk bahan bangunan.

8. Kopi

Hasil yang dipungut dari pohon ini adalah buahnya untuk diambil bijinya. Digunakan sebagai bahan minuman setelah terlebih dahulu diolah.

Tanaman buah-buahan jelas akan banyak memberi keuntungan apabila ditanam untuk penghijauan. Adpokat, duku, nangka, gandaria, sukun, mangga, melinjo, petai, sawo, rambutan dan masih banyak tanaman buah-buahan lain yang dapat kita tanam untuk penghijauan. Hasilnya selain untuk dimakan, sudah tentu juga dapat dijual.

Beberapa jenis tanaman yang biasa ditanam sebagai tanaman penguat teras, juga akan banyak memberi keuntungan :

1. Gamal

Hasil yang dapat diperoleh ialah kayu bakar dan daunnya untuk makanan ternak.

2. Kaliandra

Hasil yang dapat diperoleh ialah kayu bakar. Pada umur 1 tahun, tanaman mulai dapat ditebang 50 cm di atas tanah dan dapat dilakukan setiap waktu.

3. Turi

Hasil yang dipungut berupa bunga untuk sayur, daun untuk makanan ternak dan kayu bakar.

B. Manfaat tidak langsung

Penghijauan selain akan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang melakukannya, juga akan dapat memberi manfaat kepada orang lain. Dengan menanam pohon-pohonan di daerah hulu atau perbukitan, maka orang-orang di daerah hilir yang biasanya sering dilanda banjir, akan tertolong.

Manfaat inilah yang dikatakan manfaat tidak langsung. Memang kita yang berada di daerah hulu, dekat gunung mungkin tidak akan pernah kebanjiran. Banyak di antara kita yang secara tidak sadar telah membantu mereka yang tinggal di daerah hilir.

Selain itu, penghijauan yang berhasil akan memberikan suasana segar. Tanah menjadi subur, cukup air dan usaha pertanianpun akan berkembang.

Apabila usaha-usaha pertanian telah berkembang, misalnya dengan telah banyaknya tanaman-tanaman tertentu yang tumbuh, maka banyak kegiatan dan usaha lain yang juga dapat berkembang, antara lain :

1. Koperasi

Apabila di suatu daerah, apakah itu sebuah kampung, desa atau kecamatan, banyak diperoleh hasil-hasil penghijauan yang dapat dijual, maka sebaiknya hasil-hasil ini diatur untuk dijual secara bersama-sama. Untuk itu hendaknya didirikan koperasi. Dengan koperasi, biaya pengangkutan dapat ditekan, dan petani akan mendapatkan harga yang layak untuk hasil produksinya.

2. Pemerataan pendapatan

Anggauta masyarakat lainnya yang tidak mendapat keuntungan-keuntungan langsung dari penghijauan akan mendapat kesempatan juga untuk memperoleh keuntung-an-keuntungan dari penghijauan ini. Misalnya memelihara kebun pembibitan, apabila sudah dapat dilaksanakan pembibitan bersama. Atau sebagai pegawai koperasi.

Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian dari manfaat atau keuntungan-keuntungan yang dapat kita peroleh dari adanya kegiatan penghijauan ini. Jelas, lambat atau cepat, penghijauan akan memberi manfaat atau keuntungan-keuntungan kepada kita, entah langsung ataupun tidak langsung.

Yang jelas, apabila tanah-tanah terlantar kita biarkan saja, tidak ada sedikitpun manfaat atau keuntungan yang akan kita peroleh.

 

 

5735_1099187207463_1460141180_1106032_629228_n

8163184

dewan kerja

BokletTanda Pengenal Gerakan Pramuka_Page_2

garuda

tkk_gambar

putri

siaga